TDA VisitPreneur Mengunjungi Cloth By Medina


Membersamai program TDA Bali bernama TDA Visitpreneur, para anggota TDA Bali yang punya kesempatan waktu luang bisa mengunjungi unit bisnis milik Bapak Eko Yulianto ‘ Ibu Carina Yulianto. Cloth By Medina Nama Brand nya.

Berlokasi di Tegalalang, Kabupaten Gianyar – Bali, perjalanan para anggota TDA Bali dimulai dari kantor BOC Indonesia, unit bisnis milik Ketua TDA Bali, Bapak Hendra W Saputro.
Dua mobil beriringan terlebih dahulu menuju kampus pariwisata BETA, unit bisnis milik Bapak Irman Lesmana. Transit dulu disana sambil menunggu Bapak Eko Yulianto yang berangkat dari unit bisnis nya yang lain yaitu Pelangi Villa Sidemen, Karangasem.
Kegiatan TDA Visitpreneur #1 ini berlangsung pada hari minggu, 23 September 2018 dari pukul 08.00 hingga selesai pukul 14.00 WITA.

* Merchandising & Penetrasi Pasar Retail

Cloth By Medina adalah sebuah butik Home Furnishing yang mempunyai konsep matang dalam berbisnis. Bapak Eko dan Ibu Carina, suami istri yang berpengalaman 30 tahun di dunia manufakturing orientasi export sejatinya sudah pensiun, ingin menikmati hidup. Namun setelah 2 tahun ‘menganggur’ merasa ada sesuatu yang membosankan. Kreativitas nya akan beku jika tidak bergerak. Maka beliau berdua membuka bisnis lagi yang bertujuan untuk eksekusi idealisme nya.

Salah satu idealisme nya adalah menjadikan bisnis nya berkah, B|A|R|O|K|A|H bermanfaat bagi sesama. TDA adalah salah satu komunitas yang dipilih Bapak Eko sebagai saluran idealisme tersebut.

Kembali ke Cloth By Medina, Bapak Eko sajikan produk dan layanan yang beda dengan para kompetitor. Produk nya diarahkan untuk menciptakan pasar. Bukanlah mengikuti selera pasar. Tentunya dirancang matang sesuai ilmu dan pengalaman nya selama 30 tahun berbisnis. Maka ketika masuk ke butiknya, para anggota TDA Bali pada tercengang dengan kualitas penataan butik dan produk nya. Lebih-lebih semua pada melotot terbelalak jika melihat harga nya.

Asumsi awal tentang harga sungguh terkecoh ketika melihat produk tersebut. Kalau main tebak-tebakan, kemungkinan dipasaran harga produk itu rendah. Namun melalui sentuhan Bapak Eko~Ibu Carina, produk tersebut bisa melangit! Dan itu laku! Mrinding!

Melalui riset, Bapak Eko meyakini bahwa produknya tidak akan cepat laku jika dijual secara online. Produknya natural, organik dan sustainable serta ethical manufacturing concept. memang Butuh penjelasan hingga akhirnya terjual.

Keberadaan butik dan produk nya mempunyai cerita dan filosofi berkelas tinggi. Konsumen yang masuk ke butik nya akan merasakan sensasi feel like home! Mata, telinga, dan semua rasa indera akan dimanja dengan keindahan. Menyentuh alam psikis sehingga para konsumen memutuskan untuk beli!
Itu semua bukan sulap atau sihir. Namun bisa dipelajari. Salah satu nya adalah penerapan konsep Fengshui. Bapak Eko bilang bahwa Fengshui itu ilmu, bukanlah kesyirikan. Ilmu Fengshui adalah ilmu usaha. Manusia tetaplah harus 99% berusaha dalam hidupnya. 1% nya adalah kuasanya Tuhan YME dalam memutuskan. 99% berusaha dan 1% nya kita doa dan pasrahkan kepada Sang Pencipta.

“The Price is not important! Produk itu harus jualan sendiri. Retail tidak perlu takut harga. Yang penting produk itu harus punya value bagi market”, pungkas Bapak Eko.

Terima kasih Bapak Eko Yulianto. Semoga berbagi nya tentang ilmu dan pengalamannya akan dibalas oleh Tuhan YME dengan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Kegiatan TDA Visitpreneur diakhiri dengan makan siang bersama di sebuah restoran tengah sawah yang lagi fenomenal di daerah Tegalalang. Green Kubu namanya. Lagi-lagi Bapak Eko tidak habis-habis nya berbagi. Semua nya ditraktir! God Bless You Bapak Eko!

Video dokumentasi TDA Visitpreneur


Leave a Reply